Belajar.com

Belajar.com
AdminHary

Cara mempercepat koneksi internet dengan wajan bolic

Cara mempercepat koneksi internet dengan wajan bolic
   
 Sering kita merasa kecepatan internet kita sangat lelet browsng saja sudah memakan waktu lama apa lagi harus mendownload file yang ukuran besar.
 Disini kami membirakan solusi sedikit tentang mempercepat koneksi internet dengan mudah .


Wajan Bolic



Bahan wajanbolic



 
Mudah diperoleh:
  • Wajan diameter 32 inchi atau lebih. (Harga Rp 30 ribu).
  • Pipa PVC 4 inchi (sisa talang air).
  • Dop pipa PVC 4 inchi 2 buah (Rp 8 ribu)
  • Aluminium foil bungkus makanan. (Rp 10 ribu/gulung)
  • Double tape untuk perekat aluminium foil di pipa
  • Selotip 3M (pelindung sambungan kabel USB extender-UTP)
  • Selotip bening (lebar 4 cm) untuk pelindung aluminium foil.
  • Konektor N-female. (sekitar Rp 20 ribu)
  • Kawat tembaga diameter 1-2 mm. (Dari sisa kabel listrik tunggal).
  • Bracket antena. (Rp 5 ribu per buah)
  • Plat L dudukan bracket. Bikin di tukang las Rp 5 ribu.
  • Pigtail dan konektor RP-SMA. Sesuaikan dengan konektor antena modem. (Rp 100 ribu).



  • Kabel coaxial berkualitas. Saya pakai Kitani 5C. (Rp 5 – 8 ribu per meter).
  • Kabel UTP berkualitas. Untuk USB extender. (Rp 5 ribu per meter)
  • Kabel USB. (sekitar Rp 15 ribuan per buah).
  • Thermofit/selang bakar. Untuk pelindung sambungan USB-UTP. (Rp 5 ribu per meter).
Alat kerja

  1. Gergaji besi. Untuk memotong pipa.
  2. Bor. Untuk melubangi wajan.
  3. Penggaris. Untuk mengukur lokasi konektor.
  4. Solder dan timah.
  5. Tang lancip, tang potong.
  6. Cutter atau pisau lipat.
  7. Gunting.
  8. Kunci Inggris, kunci pas, dan semacamnya. Untuk mengencangkan bracket antena dan konektor.
Kalkulator Wajanbolic

Yang paling penting dari pembuatan wajanbolic ini adalah pengukuran secara presisi jarak titik fokus, panjang paralon (feeder), dan penempatan konektor untuk access point. Satuan hitungan kalkulator ini adalah milimeter. Jadi, harap hati-hati dalam mengkonversi ke cm.
Lakukan penghitungan melalui kalkulator wajanbolic. Masukkan parameter seperti diameter wajan (D), kedalaman wajan (d), maupun titik fokus (f).
Dari hasil pengukuran itu, wajan saya yang berdiameter 32 cm (D) dan kedalaman 7,5 cm (d) didapat titik fokus 8,5 cm.
Sekarang kita mencari posisi RF Feed (bidang yang tertutup aluminium). Posisi RF feed adalah 3/4Lg. Dari hitungan kalkulator diperoleh panjang lapisan aluminium adalah 12,2 cm.
Panjang pipa yang dibutuhkan adalah f + 3/4Lg = 8,5 + 12,2 cm = 20,7 cm.
Potong pipa PVC sepanjang 20,7 cm. Tidak boleh kurang atau lebih.
Menentukan Posisi Konektor

Selanjutnya menentukan posisi N-female konektor. Jaraknya dari ujung pipa adalah Lg/4. Dari kalkulator diperoleh angka 4 cm.
Lubangi pipa PVC untuk posisi N-female konektor di posisi 4 cm dari ujung pipa.
Kemudian tinggi kawat tembaga yang disolder ke N-female konektor adalah L/4. Diperoleh angka 3 cm dari pangkal baut. Solder kawat tembaga di ujung N-female konektor.
Lapisan Aluminium

Lapisi pipa PVC dengan aluminium foil sesuai panjang yang telah dihitung (12,2 cm). Jika ada lakban aluminium lebih bagus. Karena sekitar rumah saya sulit mendapatkan lakban aluminium maka saya menggantinya dengan aluminium foil makanan. Rekatkan dengan double tape.

Setelah itu, lapisi dengan selotip bening agar aluminium foil tidak mudah terkelupas akibat cuaca.
Pasang N-female konektor yang telah disolder dengan kawat tembaga di lubang pipa.

N-female konektor tampak dalam.

Merakit Wajanbolic
 


Siapkan satu dop pipa PVC yang bagian dalamnya telah dilapisi aluminium foil/lakban aluminium. Pastikan pinggir sisi dop juga dilapisi aluminium yang nantinya bersentuhan dengan pipa PVC yang telah dilapis aluminium foil.



Pasang dop pipa PVC satunya lagi untuk dipasang di tengah wajan. Kemudian satukan pipa PVC dan kedua dop sehingga menyatu dengan wajan. Agar kuat, sambungan pipa dan dop dapat diberi lem pipa. Pasang bracket antena dan plat besi L di bagian belakang wajan.

Memasang Pigtail


Siapkan kabel coaxial dan pigtail yang nantinya terhubung ke colokan antena eksternal modem. Pemasangan konektor RP-SMA ke pigtail harap dilakukan hati-hati.

Itu karena klem kabel hanya dapat dilakukan sekali tekan menggunakan tang. Jika meleset, akibatnya harus beli satu set konektor RP-SMA lagi. Selanjutnya pigtail dipasang ke colokan eksternal antena modem

Mengarahkan Antena

Siapkan tiang untuk menegakkan wajanbolic. Bambu juga dapat digunakan. Cari yang lurus dan kokoh. Saya menggunakan bambu sepanjang 8 meter. Wajanbolic saya pasang mendekati ujung bambu.
Setelah antena tegak dan stabil, colokkan pigtail ke modem dalam kondisi komputer dan software modem menyala. Putar antena wajan hingga mendapat sinyal terbaik (HSDPA/EVDO) dari BTS.
Lebih baik jika kita lebih dahulu tahu dimana BTS yang “disangka” sebagai pemancar sinyal 3G/HSDPA/EVDO.
Stabil itu Mutlak
Tidak selamanya sinyal terbaik itu fullbar. Tergantung dari kondisi geografis dan lingkungan kita, seperti; terhalang bangunan, bukit, atau pohon tinggi. Jika kita hanya mendapat 3 bar namun stabil, itu lebih dari cukup. Pengalaman saya yang hanya mendapat 3 bar sinyal HSDPA, namun stabil, terbukti mumpuni menjelajah, menampilkan video, dan mmengunduh situs-situs kelas berat seperti youtube dan semacamnya.
Solusi Modem Panas
Salah satu kelemahan modem ZTE MF622 yang saya gunakan adalah cenderung panas dalam jangka waktu lama. Untuk mengurangi panas, modem itu saya bungkus aluminium foil.

Nantinya akan saya pasang heatsink bekas prosesor jadul atau IC. Seperti yang diposting Onno W. Purbo Jika modem panas, meski sinyal HSDPA stabil, tetap tidak dapat terkoneksi. Solusinya, terpaksa memutus koneksi dan mematikan modem beberapa lama.
Memasang kipas angin rumah tangga terbukti ampuh mengurangi panas modem tanpa harus hang. Efek sampingnya, saya malah masuk angin. :mrgreen:
Kuota Cepat Habis

Sejauh ini antena wajanbolic yang saya buat sejak 23 Februari silam cespleng dalam menjaring sinyal HSDPA.
Sebelum Menggunakan Wajanbolic

Setelah Memasang Wajanbolic :-D

Efeknya, jatah 2GB per bulan dari operator selalu habis di dua minggu pertama awal bulan. Seterusnya terpaksa konek HSDPA dengan kecepatan 64Kbps hingga akhir bulan.

Semoga Bermanfaat, Selamat menikmati wajan bolic
Read More

Cara membuat cheat untuk semua game online

Cara membuat cheat untuk semua game online




Jumpa lagi.. udah lama gk posting..!! tpi buat kawan-kawan yang udah mutar otak nyari-nyari cara buat cheat PointBlank, Ninja Saga, CrossFire, dll. kali ini saya sudah tau Cara Membuat CHEAT D3D POINTBLANK Full TUTORIAL Special N3.
silahkan dicoba :

Alat yang dibutuhkan :

=> VC++ 2010
=> Microsoft DirectX 9.0 SDK (Summer 2004)


Langkah Pertama :
1. Buka Visual C++ 2010 Express Edition, Setelah itu buat New Project.
2. Pilih Visual C++, Empty Project dan namakan dengan zenix D3Dbase.

3. Ok Project telah dibuat, Setelah itu buat Header lalu Klik pada Project dan pilih Add New Item.

Pilih Header File dan Namai dengan zenixMenuClass.h dan isikan code berikut:
//==================================================================
// This file is part of zenixbase d3d v1
// (c) copyright zenix 2010
// special thanks to:
// Alkatraz
// //mcz yang selalu dukung gw
// nyit-nyit.net
//==================================================================
#include "Functions.h"
typedef struct{
int index;
char * title;
int *hack;
int hackmaxval;
int hacktype;
DWORD HCOLOR;
}ITEM;
class zenixMenu {
public:
LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice;
LPD3DXFONT pFont;

int hackcount;
int selector;
int x,y,w,h;
DWORD COLOR;

ITEM HACKITEM[99];
char hackrval[256];

void CreateItem(int index, char * title, int *hack,int hackmaxval=1,int hacktype=0);
void BuildMenu(char * menuname, int x, int y, int h, int w, DWORD TITLECOL, DWORD BACKCOLOR, DWORD BORDERCOLOR, LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice);
void RenderMenu();
};
typedef HRESULT ( WINAPI* oReset )( LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice, D3DPRESENT_PARAMETERS* pPresentationParameters );
typedef HRESULT (WINAPI* oEndScene)(LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice);
//Colors A,R,G,B Gan Silahkan dipakai untuk membuat Chams
#define RED D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 0, 0)
#define GREEN D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 255, 0)
#define BLUE D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 0, 255)
#define WHITE D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 255, 255)
#define BLACK D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 0, 0)
#define YELLOW D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 255, 0)
#define TEAL D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 255, 255)
#define PINK D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 240, 0)
#define ORANGE D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 132, 0)
#define LIME D3DCOLOR_ARGB(255, 198, 255, 0)
#define SKYBLUE D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 180, 255)
#define MAROON D3DCOLOR_ARGB(255, 142, 30, 0)
#define LGRAY D3DCOLOR_ARGB(255, 174, 174, 174)
#define DGRAY D3DCOLOR_ARGB(255, 71, 65, 64)
#define BROWN D3DCOLOR_ARGB(255, 77, 46, 38)
#define SHIT D3DCOLOR_ARGB(255, 74, 38, 38)

4. Setelah itu buat Header lagi dan Beri Nama dengan Functions.h dan Isi dengan code berikut :

//==================================================================
// This file is part of zenixbase d3d v1
// (c) copyright zenix 2010
// special thanks to:
// Alkatraz
// //mcz yang selalu dukung gw
// nyit-nyit.net
//==================================================================
#include "SystemIncludes.h"
void PrintText(char pString[], int x, int y, D3DCOLOR col, ID3DXFont *font)
{
RECT FontRect = { x, y, x+500, y+30 };
font->DrawText( NULL, pString, -1, &FontRect, DT_LEFT | DT_WORDBREAK, col);
}
void FillRGB( int x, int y, int w, int h, D3DCOLOR color, IDirect3DDevice9* pDevice )
{
if( w < 0 )w = 1; if( h < 0 )h = 1; if( x < 0 )x = 1; if( y < 0 )y = 1; D3DRECT rec = { x, y, x + w, y + h }; pDevice->Clear( 1, &rec, D3DCLEAR_TARGET, color, 0, 0 );
}
void DrawBorder( int x, int y, int w, int h, int px, D3DCOLOR BorderColor, IDirect3DDevice9* pDevice )
{
FillRGB( x, (y + h - px), w, px, BorderColor, pDevice );
FillRGB( x, y, px, h, BorderColor, pDevice );
FillRGB( x, y, w, px, BorderColor, pDevice );
FillRGB( (x + w - px), y, px, h, BorderColor, pDevice );
}
void DrawBox( int x, int y, int w, int h, D3DCOLOR BoxColor, D3DCOLOR BorderColor, IDirect3DDevice9* pDevice )
{
FillRGB( x, y, w, h, BoxColor, pDevice );
DrawBorder( x, y, w, h, 1, BorderColor, pDevice );
}
bool isMouseinRegion(int x1, int y1, int x2, int y2) {
POINT cPos;
GetCursorPos(&cPos);
if(cPos.x > x1 && cPos.x < x2 && cPos.y > y1 && cPos.y < y2){ return true; } else { return false; } } bool bCompare(const BYTE* pData, const BYTE* bMask, const char* szMask) { for(;*szMask;++szMask,++pData,++bMask) if(*szMask=='x' && *pData!=*bMask) return 0; return (*szMask) == NULL; } DWORD FindPattern(DWORD dwAddress,DWORD dwLen,BYTE *bMask,char * szMask) { for(DWORD i=0; i


5. Buat Header lagi beri Nama SystemIncludes.h dan Isikan code berikut :

//==================================================================
// This file is part of zenixbase d3d v1
// (c) copyright zenix 2010
// special thanks to:
// Alkatraz
// //mcz yang selalu dukung gw
// nyit-nyit.net
//==================================================================
#include
#include
#include
#include
#pragma comment(lib,"d3dx9.lib")


6. Klik pada Source Files kemudian Add New Item pilih C++ File (.cpp) Beri Nama D3dbase.cpp Isikan code berikut :


//==================================================================
// This file is part of zenixbase d3d v1
// (c) copyright zenix 2010
// special thanks to:
// Alkatraz
// //mcz yang selalu dukung gw
// nyit-nyit.net
//==================================================================
#include "zenixMenuClass.h"

oReset pReset;
oEndScene pEndScene;

zenixMenu dMenu;

LPDIRECT3DDEVICE9 g_pDevice = 0;
//Mengatur Offset Font Menu Hack
int xFontOffSet = 15;
int hackopt1;
int MenuHeight = 10;
int show=1;
int b = 0;
//==================================================================
//Menu HACK
int hack1 = 0;
int hack2 = 0;
int hack3 = 0;
int hack4 = 0;
int hack5 = 0;
//==================================================================
void zenixMenu::CreateItem(int index, char * title, int *hack, int hackmaxval,int hacktype)
{
hackcount++;
HACKITEM[hackcount].index = index;
HACKITEM[hackcount].hack = hack;
HACKITEM[hackcount].hackmaxval = hackmaxval;
HACKITEM[hackcount].hacktype = hacktype;
// Mengatur tinggi rendahnya Menu Hack
PrintText(title, xFontOffSet, index*15,HACKITEM[hackcount].HCOLOR,pFont); }
void zenixMenu::BuildMenu(char * menuname, int x, int y, int h, int w, DWORD TITLECOL, DWORD BACKCOLOR, DWORD BORDERCOLOR, LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice)
{
if(GetAsyncKeyState(VK_INSERT)&1)show=(!show); //Memunculkan Menu HACK (INSERT)
if(!show) {
DrawBox(0,0, w, 20, BACKCOLOR, BORDERCOLOR, pDevice);
PrintText(menuname, 5, 2, TITLECOL, pFont);
return;
}

DrawBox(x,y, w, h, BACKCOLOR, BORDERCOLOR, pDevice); // Sesuaikan dengan Base Menu HACK
PrintText(menuname, x+10, y+2, TITLECOL, pFont);
CreateItem(1,"Ammo", &hack1);
CreateItem(2,"Recoil", &hack2);
CreateItem(3,"Wallhack", &hack3);
CreateItem(4,"Chams", &hack4);
CreateItem(5,"Apa aja deh", &hack5);
RenderMenu();
}

void zenixMenu::RenderMenu() //Hotkey menu
{
if(GetAsyncKeyState(VK_DOWN)&1)
selector++;

if(GetAsyncKeyState(VK_UP)&1)
if(selector > 1)
selector--;

if (GetAsyncKeyState(VK_RIGHT)<0){ for(int i=0;i < (hackcount+1);i++){ if(selector == HACKITEM[i].index){ if(*HACKITEM[i].hack < HACKITEM[i].hackmaxval) *HACKITEM[i].hack += 1; } } } if (GetAsyncKeyState(VK_LEFT)<0){ for(int i=0;i < (hackcount+1);i++){ if(selector == HACKITEM[i].index){ *HACKITEM[i].hack = 0; Sleep(200); } } } for(int i=0;i < (hackcount+1);i++){ if(selector == HACKITEM[i].index) HACKITEM[i].HCOLOR = GREEN; else HACKITEM[i].HCOLOR = RED; } for(int i=1; i<(hackcount+1); i++){ if(HACKITEM[i].hacktype == 0){ if(*HACKITEM[i].hack == 1) // Mengatur tinggi rendahnya Menu Hotkey PrintText("On", xFontOffSet+100, HACKITEM[i].index*15,WHITE,pFont); else PrintText("Off", xFontOffSet+100, HACKITEM[i].index*15,RED,pFont); } } if(selector < 1) selector = 1; if(selector > hackcount)
selector = 1;

hackcount = 0;
}
void TestThread() //Memunculkan texk jika ON/OFF
{
if( hack1 == 1)
PrintText("Jika Ammo [ON] text akan berubah warna", 30, 200, GREEN, dMenu.pFont);
else
PrintText("Jika Ammo [ON] text akan berubah warna", 30, 200, RED, dMenu.pFont);
} //Sesuaikan saja
void ReFont(LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice) //Untuk penggantian font
{
if (g_pDevice != pDevice)
{
g_pDevice = pDevice;
try
{
if (dMenu.pFont != 0)
dMenu.pFont->Release();
} catch (...) {}
dMenu.pFont = 0;
D3DXCreateFontA(pDevice, 14, 0, FW_BOLD, 0, 0, DEFAULT_CHARSET, OUT_TT_ONLY_PRECIS, PROOF_QUALITY, DEFAULT_PITCH | FF_DONTCARE, "Arial", &dMenu.pFont );
}
}

HRESULT WINAPI Reset(IDirect3DDevice9* pDevice, D3DPRESENT_PARAMETERS* pPresentationParameters )
{
dMenu.pFont->OnLostDevice();

HRESULT hRet = pReset(pDevice, pPresentationParameters);

dMenu.pFont->OnResetDevice();

return hRet;
}
// Menu TITLE
HRESULT WINAPI EndScene(LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice)
{
ReFont(pDevice);
dMenu.BuildMenu("Nyit-nyit.net 2010",0,0,190,200,RED,BLACK,GREEN,pDevice);
TestThread();
return pEndScene(pDevice);
}


int D3Dinit(void)
{
DWORD hD3D, adr, *vtbl;
hD3D=0;
do {
hD3D = (DWORD)GetModuleHandle("d3d9.dll");
Sleep(10);
} while(!hD3D);
adr = FindPattern(hD3D, 0x128000, (PBYTE)"\xC7\x06\x00\x00\x00\x00\x89\x86\x00\x00\x00\x00\x89\x86", "xx????xx????xx");
if (adr) {
memcpy(&vtbl,(void *)(adr+2),4);
pReset = (oReset) DetourFunction((PBYTE)vtbl[16] , (PBYTE)Reset ,5);
pEndScene = (oEndScene) DetourFunction((PBYTE)vtbl[42], (PBYTE)EndScene,5);
}
return 0;
}

BOOL WINAPI DllMain ( HMODULE hDll, DWORD dwReason, LPVOID lpReserved )
{
DisableThreadLibraryCalls(hDll);

if ( dwReason == DLL_PROCESS_ATTACH ) {

CreateThread(NULL, NULL, (LPTHREAD_START_ROUTINE)D3Dinit, NULL, NULL, NULL);
}
if( dwReason == DLL_PROCESS_DETACH) {
dMenu.pFont->Release();
}
return TRUE;
}

Attached Image:
 3.jpg
7. Kemudian Save All Project.
8. Setelah project telah di Save lalu Compile/Start Debugging.
Attached 
Image: 2.jpg
Jangan lupa rubah Properties Project rubah Application (.exe) menjadi Dinamic Library (.dll)

Pada Fungtions.h void *DetourFunction



void *DetourFunction (BYTE *src, const BYTE *dst, const int len)
{
BYTE *jmp;
DWORD dwback;
DWORD jumpto, newjump;

VirtualProtect(src,len,PAGE_READWRITE,&dwback);

if(src[0] == 0xE9)
{
jmp = (BYTE*)malloc(10);
jumpto = (*(DWORD*)(src+1))+((DWORD)src)+5;
newjump = (jumpto-(DWORD)(jmp+5));
jmp[0] = 0xE9;
*(DWORD*)(jmp+1) = newjump;
jmp += 5;
jmp[0] = 0xE9;
*(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src-jmp);
}
else
{
jmp = (BYTE*)malloc(5+len);
memcpy(jmp,src,len);
jmp += len;
jmp[0] = 0xE9;
*(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src+len-jmp)-5;
}
src[0] = 0xE9;
*(DWORD*)(src+1) = (DWORD)(dst - src) - 5;

for(int i = 5; i < len; i++) src[i] = 0x90; VirtualProtect(src,len,dwback,&dwback); return (jmp-len); } 
 bisa kalian ganti dengan:

void *DetourFunction (BYTE *src, const BYTE *dst, const int len)
{
BYTE *jmp = (BYTE*)malloc(len+5);
DWORD dwBack;

VirtualProtect(src, len, PAGE_EXECUTE_READWRITE, &dwBack);
memcpy(jmp, src, len);
jmp += len;
jmp[0] = 0xE9;
*(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src+len - jmp) - 5;
src[0] = 0xE9;
*(DWORD*)(src+1) = (DWORD)(dst - src) - 5;
for (int i=5; i

Semoga Bermanfaat ^_^
Read More

Tutorial Membuat Program Sederhana Menggunakan C++

Tutorial Membuat Program Sederhana Menggunakan C++


Beikut ini adalah tutorial membuat program C++ yang sederhana. Tapi sebelum kita membuat program, kita perlu mengetahui apa yang ada & apa yang harus kita tulis pada program tersebut!. Daripada kebanyakan komentar, mending langusng saja kita ke TKP!!! :)
Berikut ini adalah bagian-bagian dalam pembuatan program C++:
1. Include Directive
Yaitu beberapa file yang memungkinkan digunakan pada program yang dibangun pada C++. File tersebut biasanya memiliki ekstensi .h, yang merupakan definisi dari header file.

2. Main Section
Main section merupakan body suatu program dan main merupakan suatu fungsi. Main section berisi heading (seperti judul) dan diikuti dengan dua kurung kurawal {}.

3. Struktur Dasar Pemrograman
Pada setiap program yang kita tulis, terlihat struktur dasar dari program yang terdiri dari tiga atau empat bagian, antara lain :
1. Deklarasi variables
2. Assignment variables
3. Manipulation variables
4. Cetak nilai Variable

Berikut ini adalah contoh program untuk menghitung Luas Lingkaran dengan memasukkan nilai dari Jari-jari dan nilai Phi=3.14.
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
main()
{
    double r,pi,luas;
    pi=3.14;
    cout<<“Masukkan Jari-Jari: “;
    cin>>r;
    luas=pi*r*r;
    cout<<“\n\nLuas Lingkaran adalah: “<<luas;
    getch();
}

sesekian,thanks before :)
Read More

Cara Belajar Hacking Dengan Software KeyLogger

Cara Belajar Hacking Dengan Software KeyLogger
Screenshot






Link Download
>> Download Disini <<
- KeyLogger Douglas 1.1 -
(atau) 
>> Download Disini <<
- KeyLogger Douglas 2.0 -

Cara Penggunaan KeyLogger
Untuk cara menggunakan software keylogger ini cukup mudah tapi anda harus tetap melihat cara-cara menggunakannya seperti dibawah ini:
1. Sebelumnya download terlebih dahulu keyloggernya di link yang sudah tersedia diatas dan matikan antivirus anda, setelah di download, jangan lupa extract file tersebut. Setelah file tersebut di extract, akan terdapat 2 folder yaitu Folder DOUGLAS_EN dan Folder DOUGLAS_ES .

2. Hapus Folder DOUGLAS_ES, karena tidak penting karena
DOUGLAS_ES menggunakan bahasa spanyol.
 
3. Langkah selanjutnya yaitu buka folder DOUGLAS_EN. Di dalam terdapat 6 File dan 1 Folder DATA. Double klik pada file install.exe . Nanti pada proses penginstalan anda akan diminta memasukan password. Isilah password tersebut.

5. Kalau proses penginstalan sudah selesai, tunggu beberapa saat. Pastikan keylogger sudah terinstal, untuk menggunakan keylogger tinggal tekan tombol CTRL+ALT+SHIFT+F9 pada keyboard anda.
6. Untuk melihat informasi yang sudah di rekam oleh keylogger, anda pilih Read Information. Terus masukkan password yang sama dengan password yang anda masukkan waktu proses penginstalan tadi.
kalau di dalamnya kosong/tidak ada informasi apa-apa, Itu disebabkan karena tidak adanya aktifitas. Maksudnya aktifitas disini yaitu penggunan komputer yang dipasangi keylogger tersebut. 

Contoh : Misal anda sedang bermain facebook, coba anda logout dari facebook anda. Pastikan keylogger telah terinstal di komputer tersebut, terus coba anda login kembali dengan memasukkan alamat email dan password facebook anda, lalu buka keylogger anda dengan menekan tombol CTRL+ALT+SHIFT+F9, kemudian pilih Read Information, lalu masukkan password keylogger anda, dan lihat hasilnya
.
Read More

Cara Mengatasi Render Blocking JavaScript Jquery dan CSS

Cara Mengatasi Render Blocking JavaScript Jquery dan CSS

Ikuti saran PageSpeed Insights Menghilangkan JavaScript dan CSS yang memblokir perenderan di konten paruh atas. Jika sobat menggunakan tools analisis Google PageSpeed Insights, disitu sobat akan diberikan beberapa saran untuk memperbaiki kesalahan yang dideteksi oleh PageSpeed Insights. Kali ini saya mau berbagi untuk satu poin saran Google PageSpeed Insights, yaitu Render Blocking JavaScript dan CSS. Untuk mengatasi render blocking JavaScript dan CSS ini sobat bisa menambahkan atribut HTML async='async' pada JavaScriptnya, dan untuk CSS nya menggunakan script yang nanti akan saya share dibagian akhir dari artikel ini. Tapi atribut async='async' hanya berfungsi pada Script eksternal atau script yang ada atribut src=''. Berikut ini contoh penerapan menggunakan atribut asynchronous.

Sebelum menambahkan atribut async='async'

<script src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.10.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Setelah menambahkan atribut async='async'
<script async='async' src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.10.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Atau sobat bisa menggunakan script berikut untuk JS eksternal, silahkan pilih salah satu. Script ini sudah terbukti berhasil, karena script ini dipake buat blog ini. Perbedaan dari kedua script ini adalah, script pertama akan mengambil script ekternal setelah semua laman dimuat, sedangkan script kedua, script eksternal dimuat secara bersamaan dengan laman.

<script type='text/javascript'> //<![CDATA[
function parPudi() {
 var element = document.createElement("script");

 element.src = "http://DISINI_URL_SCRIPT_EKSTERNAL.js;
 document.body.appendChild(element);
 }
 if (window.addEventListener)
 window.addEventListener("load", parPudi, false);
 else if (window.attachEvent)
 window.attachEvent("onload", parPudi);
 else window.onload = parPudi;
//]]></script>

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var cb=function(){var e=document.createElement('script');e.src='DISINI_URL_SCRIPT_EKSTERNAL.js';
var t=document.getElementsByTagName('body')[0];
t.parentNode.insertBefore(e,t)},raf=requestAnimationFrame||mozRequestAnimationFrame||webkitRequestAnimationFrame||msRequestAnimationFrame;raf?raf(cb):window.addEventListener('load',cb);
//]]></script>

Perlu sobat ketahui, jika sesudah menambahkan atribut asynchronous pada jquery, mungkin ada javascript yang tidak bekerja, untuk memastikan apakah semua berjalan normal setelah menambahkan atribut async ke jquery, coba sobat preview dulu. Jika ternyata ada script yang tidak bekerja seperti sebelumnya, sobat mungkin bisa mencoba tips berikut. Sobat cukup memindahkan script jquery nya ke atas tag < b:skin> atau < style>, jika sebelumnya jquery sobat tempatkan di atas < /head> atau didalam tag < body>, sekarang coba sobat pindahkan ke atas < b:skin> dan untuk javascript yang lain sebisa mungkin sobat tempatkan di atas tag penutup < /body>.

Optimalkan pengiriman CSS, saran dari PageSpeed Insight seperti ini muncul karena ada CSS eksternal yang memblokir perenderan. Saran saya kalau memang file CSS nya sedikit, lebih baik sobat jadikan inline. Jika di template sobat terdapat CSS eksternal, coba sobat buka dengan menyalin link css eksternal tersebut ke browser kemudian enter. Contohnya, untuk fonts googleapis linknya mirip seperti ini.

<link href='http://fonts.googleapis.com/css?family=Open+Sans:400,300,600,700' 
rel='stylesheet' type='text/css'/>

Kalau filenya tidak banyak copy paste aja ke template sobat, gabungkan kedalam tag style atau b:skin, karena selain menghilangkan render blocking, cara ini juga mengurangi HTTP Request. Namun jika file CSS nya banyak dan bisa membuat template sobat jadi gemuk, lebih baik biarkan tetap eksternal saja. Dan bagaimana mengatasi render blocking CSS.? yang filenya banyak. Silahkan tambahkan script berikut kedalam template sobat. Berikut ini contoh penggunaan scriptnya, script berikut saya contohkan untuk Font Awesome 3.2.0.

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var cb=function(){var e=document.createElement('link');
e.rel='stylesheet',e.href='//netdna.bootstrapcdn.com/font-awesome/3.2.0/css/font-awesome.min.css';
var t=document.getElementsByTagName('head')[0];
t.parentNode.insertBefore(e,t)},raf=requestAnimationFrame||mozRequestAnimationFrame||webkitRequestAnimationFrame||msRequestAnimationFrame;raf?raf(cb):window.addEventListener('load',cb);
//]]></script>
Read More

instalasi cctv

instalasi cctv
Alat dan bahan yang perlu dipersiapkan.
  1. Obeng baik berbentuk min / plus, digunakan untuk memasangkan CCTV di dinding ataupun langit. Serta digunakan juga untuk memasang harddisk di DVR.
  2. Kabel Coaxial, kabel ini mempunyai serabut dan dibagian tengah ada tembaga besar digunakan untuk menghubungkan CCTV dengan DVR. Pastikan juga untuk memilih kabel Coaxial yang dirangkai dengan kabel listrik untuk CCTV-nya.
  3. Konektor BNC digunakan untuk memudahkan penyambungan kabel dengan CCTV dan DVR.
  4. Untuk memudahkan pemasangan Konektor BNC, Anda bisa membeli Tang Crimping BNC. (opsional)
  5. Mungkin juga diperlukan bor untuk membolongkan dinding atau langit-langit saat memasangkan CCTV di suatu ruangan.
  6. Stop kontak untuk mengalirkan listrik ke CCTV. Namun jika CCTV memiliki fitur PoE (Power over Ethernet), CCTV dapat hidup cukup dengan menyambungkannya dengan kabel UTP yang sudah dialiri arus listrik dari sebuah adaptor.
Setelah alat dan bahan dipersiapkan, selanjutnya masuk ke langkah pemasangan CCTV ke DVR.
  1. Bagian luar Kabel Coaxial dikupas sekitar 1 cm agar serabut tembaga (seperti rambut) dapat terlihat. Kemudian serabut ditekuk ke belakang.
  2. Buang selongsong bagian dalam (biasanya berwarna putih) agar kawat tembaga tebalnya dapat terlihat.
  3. Pasang f konektor dengan memutar searah jarum jam sampai seluruh serabut tembaga tertutup. Kemudian pasang bagian lain agar konektor BNC-nya terlihat seperti gambar dibawah.Cara Memasang Konektor BNC di kabel coaxial
  4. Pasang colokan listrik dari adaptor ke CCTV.
  5. Tempatkan CCTV dilokasi atau area yang ingin diawasi. Lakukan bor dan sekrup pada dinding atau langit-langit, agar kamera pengawas dapat terpasang dengan baik dan pastikan tidak jatuh.
  6. Hubungkan Kabel Coaxial yang sudah menjadi colokan BNC agar terhubung antara CCTV dan DVR.
  7. Selanjutnya, bongkar body DVR menggunakan obeng untuk memasangkan harddisk.membongkar dan memasangkan harddisk sata pada DVR
  8. Pastikan mendapatkan kedua colokan (biasanya warna merah) dan memasangkan harddisknya sesuai gambar dibawah.memasangkan kabel konektor sata di harddisk dan DVR
  9. Tutup kembali body, lalu tancapkan adaptor untuk DVR dan CCTV dengan stop kontak listrik. Maka kamera pengawas sudah bisa digunakan.
Cara Mudah Instalasi CCTV dan Setting DVR ke Internet Sebelum anda instalasi CCTV dan setting DVR ke internet sebaiknya anda perlu tahu dulu alat-alat atau perangkat apa yang di butuhkan untuk mengerjakan hal-hal tersebut diatas Alat-alat yang perlu anda siapkan adalah : Kamera CCTV ( Closed Circuit Television ) DVR ( Digital Video Recorder ) + adaptor Kabel Coaxial RG 6 / Kabel Coaxial RG 6 + Power B N C ( Bayonet Nail Concelman ) Konektor Harddisk SATA 160 GYGABYTE s/d 1 TERABYTE ( sesuaikan dengan kebutuhan ) Monitor LCD /LED suka-suka anda Mouse Port USB Batu Bateray Cimos PC / Laptop + Modem yang sudah terkoneksi ke Internet Router / Hub Tang Crimping Obeng PLUS dan Minus Mesin Bor Listrik Gunting Pisau Carter Lakban solasi Warna Hitam Kabel LAN ( Kabel UTP BALDEN CAT 5 ) + Konektor Rj 45 atau beli saja yang sudah jadi di toko komputer ( Kabel LAN system sambungan STRIGHT ) Penjelasan dan gambar alat/ perangkatnya CCTV ( Closed Circuit Television ) adalah perangkat kamera video digital yang di gunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor dari suatu ruangan atau area tertentu bertujuan agar dapat memantau situasi dan kondisi pada area yang dianggap sangat penting agar dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan dan dapat dijadikan sebagai bukti tindak kejahatan yang telah terjadi Kamera CCTV digunakan pada ruang publik seperti : Kantor. Pabrik. Pergudangan, Bank,Militer,Bandar udara bahkan untuk memantau Traffik Lalu lintas di Jalan Raya yang di lakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Gambar CCTV Kamera CCTV dapat dibedakan menjadi beberapa type dan jenisnya yaitu : Kamera pengintai Dome Camera Bullet Camera Infra Red Camera Box Camera Wireless CCTV camera Water Proof Camera PTZ Camera speed Dome Camera Covert Camera / Hidden Camera

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Cara Mudah Instalasi CCTV dan Setting DVR ke Internet Sebelum anda instalasi CCTV dan setting DVR ke internet sebaiknya anda perlu tahu dulu alat-alat atau perangkat apa yang di butuhkan untuk mengerjakan hal-hal tersebut diatas Alat-alat yang perlu anda siapkan adalah : Kamera CCTV ( Closed Circuit Television ) DVR ( Digital Video Recorder ) + adaptor Kabel Coaxial RG 6 / Kabel Coaxial RG 6 + Power B N C ( Bayonet Nail Concelman ) Konektor Harddisk SATA 160 GYGABYTE s/d 1 TERABYTE ( sesuaikan dengan kebutuhan ) Monitor LCD /LED suka-suka anda Mouse Port USB Batu Bateray Cimos PC / Laptop + Modem yang sudah terkoneksi ke Internet Router / Hub Tang Crimping Obeng PLUS dan Minus Mesin Bor Listrik Gunting Pisau Carter Lakban solasi Warna Hitam Kabel LAN ( Kabel UTP BALDEN CAT 5 ) + Konektor Rj 45 atau beli saja yang sudah jadi di toko komputer ( Kabel LAN system sambungan STRIGHT ) Penjelasan dan gambar alat/ perangkatnya CCTV ( Closed Circuit Television ) adalah perangkat kamera video digital yang di gunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor dari suatu ruangan atau area tertentu bertujuan agar dapat memantau situasi dan kondisi pada area yang dianggap sangat penting agar dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan dan dapat dijadikan sebagai bukti tindak kejahatan yang telah terjadi Kamera CCTV digunakan pada ruang publik seperti : Kantor. Pabrik. Pergudangan, Bank,Militer,Bandar udara bahkan untuk memantau Traffik Lalu lintas di Jalan Raya yang di lakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Gambar CCTV Kamera CCTV dapat dibedakan menjadi beberapa type dan jenisnya yaitu : Kamera pengintai Dome Camera Bullet Camera Infra Red Camera Box Camera Wireless CCTV camera Water Proof Camera PTZ Camera speed Dome Camera Covert Camera / Hidden Camera

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Read More

cara menginstall antivirus

cara menginstall antivirus
1. Buka file antivirus smadav yang telah Anda download, kemudian klik dua kali file tersebut untuk membuka dan menjalankannya.



2. Akan muncul tampilah SELECT SETUP LANGUAGE. 
cara menginstal antivirus smadav terbaru

Tampilan ini adalah pemilihan bahasa sesuai keinginan Anda. Ada dua bahasa yang bisa Anda gunakan, yaitu inggris dan bahasa Indonesia. Jadi, saran saya pilih saja bahasa Indonesia agar mudah Anda mengerti. Setelah itu langsung saja klik OK.

3.Tahap ketiga sudah masuk pada INSTALASI SMADAV. Dan kali ini Anda berada pada tampilan selamat datang di Instalasi ANda. Jangan buang-buang waktu, langsung saja klik tombol LANJUT.

4. Anda berada pada tampilan PERJANJIAN PERSETUJUAN. Pada tahap ini, biarkan saja centang berada pada bagian SAYA SETUJU. Dan setelah itu, klik tombol LANJUT untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

5. Cara instal smadav yang kelima, Anda berada pada tampilan PILIH PERINTAH TAMBAHAN. Biarkan saja centang pada BUAT SEBUAH IKON DI DESKTOP, agar ikon atau shortcut smadav muncul di desktop. Setelah itu klik saja tombol LANJUT.


6.Sekarang Anda berada pada tampilan SIAP UNTUK MEMASANG. Nah, langsung saja deh klik tombol PASANG.

7. Setelah tombol pasang tadi Anda klik, akan muncul tampilan loading seperti gambar di bawah ini. Tunggu saja ya..
ANTIVIRUS SMADAV

8. Saat ini, Anda berada pada tahap MENGAKHIRI PEMASANGAN SMADAV. Itu artinya, ini adalah langkah terakhir penginstalan smadav bagi Anda.

Pada tampilan ini, hilangkan centang pada pilihan JALANKAN SMADAV jika Anda hanya ingin menginstalnya dan menyelesaikannya saat ini juga. Yuk, langsung klik SELESAI untuk benar-benar menyelesaikan penginstalan ini.

Dengan klik tombol SELESAI, maka langkah instal smadav kali ini telah selesai juga.
Read More